1.
Demografi (Data Penduduk)
Penduduk adalah sejumlah atau sekumpulan orang
yang memiliki satu karakteristik atau lebih yang sama atau lebih yang sama
semua orang itu, dalam pengertian ini ialah warga/ penghuni. Data penduduk
didasarkan pada karekteristik jenis kelamin, usia, status perkawinan,
pendapatan, kelahiran, bahasa, agama, dsb. Contoh :
-
Komposisi penduduk menurut tempat tinggal
penduduk yang di desa, provinsi, pulau.
-
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin yaitu
perempuan dan laki-laki.
-
Komposisi penduduk menurut golongan usia yaitu
bayi, balita, dewasa dan tua.
-
Komposisi penduduk menurut agama yaitu islam,
budha,Kristen katolik, protestan, hindu.
Contohnya Persentase
Kunjungan Pasien ke Pelayanan Pengobatan di Puskesmas Se- Kab.
TangerangTahun 2007
Manfaat determinan adalah mengetahui
rasio perbandingan antara tenaga kesehatan dan pasien, menyeimbangkan tenaga
kesehatan agar merata ke seluruh wilayah, dan sebagai informasi tentang
fasilitas Rumah sakit serta informasi Suryankes.
Faktor yang mempengaruhi demografi adalah :
Pertumbuhan
penduduk yang terlalu cepat yang mengakibatkan menyapu habis sumber-sumber yang
sangat diperlukan untuk memperbaiki keadaan sosial ekonomi. Maka pemerintah
harus menanam modal yang sangat besar hanya untuk memberikan pelayanan minimal
jumlah anak yang bertambah, karena lebih banyak penduduk lebih banyak
pengeluaran. Misalnya dalam pemerintah dan keluarga lebih banyak anak lebih
banyak pengeluaran untuk makanan, pakaian dan pendidikan, dan pada waktu mereka
menginjak dewasa persoalan bertambah dengan meningkatnya pengangguran. Maka
dari itu pemerintah mendemografi (mendata penduduk) dan membatasi penduduk agar
mengikuti Program Kependudukan dan Keluarga Berencana karena berhasil tidaknya
program pembangunan nasionan tergantung pada Program Kependudukan.
2.
Struktur Sosial
Masyarakat itu dapat ditinjau dari sudut
structural dan sudut dinamikanya. Sudut structural dinamakan juga struktur
sosial, yaitu jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah,
norma-norma sosial, lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan
sosial. Menurut Raymon Firth Srtuktur
sosial suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang
terdiri dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga di dalam mana orang
yang terjadi di dalam massyarakat. Kelompok sosial merupakan salah satu
perwujudan dari pergaulan hidup atau hidup bersama. Macam-macam kelompok sosial
Keluarga (merupakan kelompok keluarga yang paling primairi), Community , Assosiasi,
Golongan, Bangsa dan Negara.
Faktor yang
mempengaruhi struktur sosial adalah pendidikan, status sosial, dan usia.
Manfaat struktur
sosial dalam petugas kesehatan bisa menempatkan solusi penyembuhan sesuai latar
belakang pasien.
Contohnya kalangan
yang kaya dan tidak mampu akan dibedakan pelayanan kesehatannya, bedanya
terletak pengefektifan biaya bagi kalangan tidak mampu agar bisa sembuh tanpa
menguras biaya namun bisa sembuh contoh apabila sakit kalo rawat inap akan
mengeluarkan biaya mahal namun petugas kesehatan bisa memberikan solusi dengan
rawat jalan agar menghemat biaya pasien. Karena itu pentingnya mengetahui
struktur sosial.
3.
Sosiopsikologis
Sosiopsikologi
adalah Pemikiran yang berada dibawah naungan sosiopsikologi memandang individu
sebagai makhluk sosial. Teori-teori yang berada di bawah tradisi sosiopsikologi
memberikan perhatiannya antara lain pada perilaku individu, pengaruh,
kepribadian dan sifat individu atau bagaimana individu melakukan persepsi.
Persepsi merupakan penggambaran tentang lingkungan yang menarik perhatian individu
yang diolah dalam suatu proses dalam pemikiran atau akal sehingga diperoleh
suatu gambaran baru dengan pengertian yang baru. Persepsi adalah proses dimana
kita mengorganisasi dan menafsirkan pola stimulus di dalam lingkungan
(Atkinson, 1991). Chaplin (1999) memandang persepsi sebagai proses mengetahui
atau mengenali objek dan kejadian objektif dengan bantuan indra. Proses
perseptual ini dimulai dengan perhatian, yaitu merupakan proses pengamatan
selektif. Didalamnya mencakup pemahaman dan mengenali atau mengetahui
objek-objek serta kejadian-kejadian. Faktor-faktor yang
menghubungani persepsi menurut Baltus (1983) adalah :
1.
Kemampuan dan keterbatasan fisik dari alat
indera dapat menghubungani persepsi untuk sementara waktu ataupun permanen.
2.
Kondisi lingkungan.
3.
Pengalaman masa lalu. Bagaimana cara individu
untuk menginterpretasikan atau bereaksi terhadap suatu stimulus tergantung dari
pengalaman masa lalunya.
4.
Kebutuhan dan keinginan. Ketika seorang
individu membutuhkan atau menginginkan sesuatu maka ia akan terus berfokus pada
hal yang dibutuhkan dan diinginkannya tersebut.
5.
Kepercayaan, prasangka dan nilai. Individu
akan lebih memperhatikan dan menerima orang lain yang memiliki kepercayaan dan
nilai yang sama dengannya. Sedangkan prasangka dapat menimbulkan bias dalam
mempersepsi sesuatu
Secara
khusus persepsi merupakan faktor sosio psikologis dan merupakan salah satu cara
penggambaran terhadap lingkungan dengan karakteristik yang menarik perhatian
pasangan usia subur, dimana karakteristik lainnya adalah faktor sosio
demografis.
Manfaat sosiopsikologi adalah dapat
memberikan penyuluhan terhadap reaksi yang akan timbul terhadap suatu
pengobatan.
Contohnya setiap orangg tua tidak ingin bayinya
di imunisasi campak dan BCG karena mereka melihat pengalaman sebelumnya di
imunisasi campak dan BCG mengakibatkan bayi sesudah disuntik badannya panas,
padahal itu reaksi dari imunisasi yang diberikan. Karena itu sebagai tenaga
kesehatan harus bisa memberikan penerangan tentang hal tersebut dan pentingnya imunisasi.
4.
Sumber Keluarga
Sumber pendapatan
utama dalam sabuah keluarga terletak pada usaha suami. ia merupakan
orang yang harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup
keluarganya sehari-hari. Faktor yang mempengaruhi adalah pekerjaan, pendidikan, asal keluarga. Manfaat sumber keluarga adalah salah satu factor utama dalam melancarkan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat sehat apabila masyarakat memiliki sumber keluarga yang baik dan mencukupi.
orang yang harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup
keluarganya sehari-hari. Faktor yang mempengaruhi adalah pekerjaan, pendidikan, asal keluarga. Manfaat sumber keluarga adalah salah satu factor utama dalam melancarkan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat sehat apabila masyarakat memiliki sumber keluarga yang baik dan mencukupi.
Contohnya Suami yang lulusan SMP akan berbeda penghasilannya dengan suami yang
lulusan SMA maka dari itu mereka akan memiliki pelayanan kesehatan yang berbeda
karena dilihat dari penghasilan tersebut dan pelayanan yang mereka pilih akan
disesuaikan dengan sumber pendapatan.
5.
Organisasional
Organisasional adalah organisasi yang mewadahi
jalannya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Tenaga
kesehatan tersebut disusun agar jalur koordinasi berjalan dalam memecahkan
masalah kesehatan. Contoh dalam Pelaksanaan Keterpaduan KB-Kesehatan :
-
Tingkat Kecamatan
1.
Camat dan Staf, sebagai koordinator
perencanaan, penggerak, pengawas, pengendali dan penilai pelaksanaan pelayanan
kesehatan.
2.
Petugas Puskesmas, membantu Camat sebagai
koordinator dan bergerak sebagai pimpinan dalam melakukan pergerakan,
pengawasan, pengendalian, dan pelaksanaan keterpaduan KB-Kesehatan.
3.
Petugas KB yaitu PPLKB dan PLKB
4.
Petugas sector lain yang menjadi anggota Tim
Pembina LKMD dan Tim Penggerak PKK.
-
Tingkat Desa
1.
Kepala Desa dan Staf, sebagai koordinator
pelaksanaan pelayanan kesehatan di Desa
2.
Kader pembangunan di bidang kesehatan gizi,
gigi, dukun bayi, guru UKS dan lain-lain.
3.
Pos Desa Kelompok
4.
Kader pembangunan desa dan tenaga masyarakat
lainnya.
Faktor yang
mempengaruhi pembentukan organisasional adalah pemerataan pelayanan kesehatan,
tercapainya masyarakat sehat, teridentifikasinya tenaga kesehatan, sarana dan
masayarakat.
Manfaat
organisasi di bidang kesehatan adalah akan terorganisir segala bentuk pelayanan
kesehatan yang diberikan kepada masyarakat baik dari segi pelayanan, sarana dan
prasarana.
6.
Model Sistem Kesehatan
Model
sederhana sistem kesehatan masyarakat agar pemahaman terhadap pengembangan
sistem kesehatan masyarakat dapat dipandang dari segi kajian internal dan
lingkungan sistem diuraikan berikut. Pada gambaran proses internal-horisontal
sistem kesehatan masyarakat terlihat peran dan fungsi masing-masing pelayanan
kesehatan sebagai tidak hanya rantai proses rujukan (referral system) tetapi
merupakan proses tanggung jawab pembinaan bagi tingkat pelayanan dibawahnya
sehingga tidak hanya tanggung jawab dinas kesehatan didalam melakukan pembinaan
yang lebih banyak dari segi regulasi dan program pemerintah tetapi pelayanan
kesehatan diatasnya dapat membina dari segi kasus-kasus medis sehingga proses
penyegaran keilmuan dan pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Sebagai contoh puskesmas perlu membina posyandu
yang mencakup seluruh faktor utama kesehatan baik segi upaya promosi,
pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi bagi pasien sesuai dengan ruang
lingkup pelayanan dibawahnya.
Faktor yang mempengaruhi model Sistem
Kesehatan adalah strategi.
Manfaatnya adalah memberikan pelayanan
kesehatan yang sesuai dan teratur serta tapat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar