Selasa, 29 November 2011

Determinan Penggunaan Pelayanan Kesehatan


1.      Demografi (Data Penduduk)
Penduduk adalah sejumlah atau sekumpulan orang yang memiliki satu karakteristik atau lebih yang sama atau lebih yang sama semua orang itu, dalam pengertian ini ialah warga/ penghuni. Data penduduk didasarkan pada karekteristik jenis kelamin, usia, status perkawinan, pendapatan, kelahiran, bahasa, agama, dsb. Contoh :
-          Komposisi penduduk menurut tempat tinggal penduduk yang di desa, provinsi, pulau.
-          Komposisi penduduk menurut jenis kelamin yaitu perempuan dan laki-laki.
-          Komposisi penduduk menurut golongan usia yaitu bayi, balita, dewasa dan tua.
-          Komposisi penduduk menurut agama yaitu islam, budha,Kristen katolik, protestan, hindu.
Contohnya Persentase Kunjungan Pasien ke Pelayanan Pengobatan di Puskesmas  Se- Kab. TangerangTahun 2007
Manfaat determinan adalah mengetahui rasio perbandingan antara tenaga kesehatan dan pasien, menyeimbangkan tenaga kesehatan agar merata ke seluruh wilayah, dan sebagai informasi tentang fasilitas Rumah sakit serta informasi Suryankes.
Faktor yang mempengaruhi demografi adalah :
Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat yang mengakibatkan menyapu habis sumber-sumber yang sangat diperlukan untuk memperbaiki keadaan sosial ekonomi. Maka pemerintah harus menanam modal yang sangat besar hanya untuk memberikan pelayanan minimal jumlah anak yang bertambah, karena lebih banyak penduduk lebih banyak pengeluaran. Misalnya dalam pemerintah dan keluarga lebih banyak anak lebih banyak pengeluaran untuk makanan, pakaian dan pendidikan, dan pada waktu mereka menginjak dewasa persoalan bertambah dengan meningkatnya pengangguran. Maka dari itu pemerintah mendemografi (mendata penduduk) dan membatasi penduduk agar mengikuti Program Kependudukan dan Keluarga Berencana karena berhasil tidaknya program pembangunan nasionan tergantung pada Program Kependudukan.

2.      Struktur Sosial
Masyarakat itu dapat ditinjau dari sudut structural dan sudut dinamikanya. Sudut structural dinamakan juga struktur sosial, yaitu jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah, norma-norma sosial, lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan sosial. Menurut Raymon Firth Srtuktur sosial suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terdiri dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga di dalam mana orang yang terjadi di dalam massyarakat. Kelompok sosial merupakan salah satu perwujudan dari pergaulan hidup atau hidup bersama. Macam-macam kelompok sosial Keluarga (merupakan kelompok keluarga yang paling primairi), Community , Assosiasi, Golongan, Bangsa dan Negara.
Faktor yang mempengaruhi struktur sosial adalah pendidikan, status sosial, dan usia.
Manfaat struktur sosial dalam petugas kesehatan bisa menempatkan solusi penyembuhan sesuai latar belakang pasien.
Contohnya kalangan yang kaya dan tidak mampu akan dibedakan pelayanan kesehatannya, bedanya terletak pengefektifan biaya bagi kalangan tidak mampu agar bisa sembuh tanpa menguras biaya namun bisa sembuh contoh apabila sakit kalo rawat inap akan mengeluarkan biaya mahal namun petugas kesehatan bisa memberikan solusi dengan rawat jalan agar menghemat biaya pasien. Karena itu pentingnya mengetahui struktur sosial.

3.      Sosiopsikologis
Sosiopsikologi adalah Pemikiran yang berada dibawah naungan sosiopsikologi memandang individu sebagai makhluk sosial. Teori-teori yang berada di bawah tradisi sosiopsikologi memberikan perhatiannya antara lain pada perilaku individu, pengaruh, kepribadian dan sifat individu atau bagaimana individu melakukan persepsi. Persepsi merupakan penggambaran tentang lingkungan yang menarik perhatian individu yang diolah dalam suatu proses dalam pemikiran atau akal sehingga diperoleh suatu gambaran baru dengan pengertian yang baru. Persepsi adalah proses dimana kita mengorganisasi dan menafsirkan pola stimulus di dalam lingkungan (Atkinson, 1991). Chaplin (1999) memandang persepsi sebagai proses mengetahui atau mengenali objek dan kejadian objektif dengan bantuan indra. Proses perseptual ini dimulai dengan perhatian, yaitu merupakan proses pengamatan selektif. Didalamnya mencakup pemahaman dan mengenali atau mengetahui objek-objek serta kejadian-kejadian. Faktor-faktor yang menghubungani persepsi menurut Baltus (1983) adalah :
1.       Kemampuan dan keterbatasan fisik dari alat indera dapat menghubungani persepsi untuk sementara waktu ataupun permanen.
2.       Kondisi lingkungan.
3.       Pengalaman masa lalu. Bagaimana cara individu untuk menginterpretasikan atau bereaksi terhadap suatu stimulus tergantung dari pengalaman masa lalunya.
4.       Kebutuhan dan keinginan. Ketika seorang individu membutuhkan atau menginginkan sesuatu maka ia akan terus berfokus pada hal yang dibutuhkan dan diinginkannya tersebut.
5.       Kepercayaan, prasangka dan nilai. Individu akan lebih memperhatikan dan menerima orang lain yang memiliki kepercayaan dan nilai yang sama dengannya. Sedangkan prasangka dapat menimbulkan bias dalam mempersepsi sesuatu
Secara khusus persepsi merupakan faktor sosio psikologis dan merupakan salah satu cara penggambaran terhadap lingkungan dengan karakteristik yang menarik perhatian pasangan usia subur, dimana karakteristik lainnya adalah faktor sosio demografis.
Manfaat sosiopsikologi adalah dapat memberikan penyuluhan terhadap reaksi yang akan timbul terhadap suatu pengobatan.
Contohnya setiap orangg tua tidak ingin bayinya di imunisasi campak dan BCG karena mereka melihat pengalaman sebelumnya di imunisasi campak dan BCG mengakibatkan bayi sesudah disuntik badannya panas, padahal itu reaksi dari imunisasi yang diberikan. Karena itu sebagai tenaga kesehatan harus bisa memberikan penerangan tentang hal tersebut dan pentingnya imunisasi.

4.      Sumber Keluarga
Sumber pendapatan utama dalam sabuah keluarga terletak pada usaha suami. ia merupakan
orang yang harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup
keluarganya sehari-hari.  Faktor yang mempengaruhi adalah pekerjaan, pendidikan, asal keluarga. Manfaat sumber keluarga adalah salah satu factor utama dalam melancarkan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat sehat apabila masyarakat memiliki sumber keluarga yang baik dan mencukupi.
Contohnya Suami yang lulusan SMP akan berbeda penghasilannya dengan suami yang lulusan SMA maka dari itu mereka akan memiliki pelayanan kesehatan yang berbeda karena dilihat dari penghasilan tersebut dan pelayanan yang mereka pilih akan disesuaikan dengan sumber pendapatan.

5.      Organisasional
Organisasional adalah organisasi yang mewadahi jalannya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan tersebut disusun agar jalur koordinasi berjalan dalam memecahkan masalah kesehatan. Contoh dalam Pelaksanaan Keterpaduan KB-Kesehatan :
-          Tingkat Kecamatan
1.       Camat dan Staf, sebagai koordinator perencanaan, penggerak, pengawas, pengendali dan penilai pelaksanaan pelayanan kesehatan.
2.       Petugas Puskesmas, membantu Camat sebagai koordinator dan bergerak sebagai pimpinan dalam melakukan pergerakan, pengawasan, pengendalian, dan pelaksanaan keterpaduan KB-Kesehatan.
3.       Petugas KB yaitu PPLKB dan PLKB
4.       Petugas sector lain yang menjadi anggota Tim Pembina LKMD dan Tim Penggerak PKK.
-          Tingkat Desa
1.       Kepala Desa dan Staf, sebagai koordinator pelaksanaan pelayanan kesehatan di Desa
2.       Kader pembangunan di bidang kesehatan gizi, gigi, dukun bayi, guru UKS dan lain-lain.
3.       Pos Desa Kelompok
4.       Kader pembangunan desa dan tenaga masyarakat lainnya.
Faktor yang mempengaruhi pembentukan organisasional adalah pemerataan pelayanan kesehatan, tercapainya masyarakat sehat, teridentifikasinya tenaga kesehatan, sarana dan masayarakat.
Manfaat organisasi di bidang kesehatan adalah akan terorganisir segala bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat baik dari segi pelayanan, sarana dan prasarana.

6.      Model Sistem Kesehatan
Model sederhana sistem kesehatan masyarakat agar pemahaman terhadap pengembangan sistem kesehatan masyarakat dapat dipandang dari segi kajian internal dan lingkungan sistem diuraikan berikut. Pada gambaran proses internal-horisontal sistem kesehatan masyarakat terlihat peran dan fungsi masing-masing pelayanan kesehatan sebagai tidak hanya rantai proses rujukan (referral system) tetapi merupakan proses tanggung jawab pembinaan bagi tingkat pelayanan dibawahnya sehingga tidak hanya tanggung jawab dinas kesehatan didalam melakukan pembinaan yang lebih banyak dari segi regulasi dan program pemerintah tetapi pelayanan kesehatan diatasnya dapat membina dari segi kasus-kasus medis sehingga proses penyegaran keilmuan dan pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Sebagai contoh puskesmas perlu membina posyandu yang mencakup seluruh faktor utama kesehatan baik segi upaya promosi, pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi bagi pasien sesuai dengan ruang lingkup pelayanan dibawahnya.
Faktor yang mempengaruhi model Sistem Kesehatan adalah strategi.
Manfaatnya adalah memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dan teratur serta tapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar